Senin, 02 April 2012

Tips Kecantikan

Tips Kecantikan


Cara Membuat Thema / Tema Dari HP

Posted: 02 Apr 2012 03:45 AM PDT

Cara Membuat Thema / Tema Dari HP, Kalau membuat thema dengan carbide mungkin terasa sulit buat teman-teman,,, harus ini harus itu seting ini seting itu, tapi jangan takut buat teman yang tidak punya pc pun bisa membuat thema, lagian cara yang satu ini lebih mudah, tugas kita hanya mengupload gambar saja, oh iya cara membuat thema yang satu ini pun bisa untuk handpone apa saja, misal sony, LG, Nokia, Samsung dan masih banyak lagi. sekarang saya akan kasih penjelasan sedikit cara membuat thema lewat hp.

Pertama-tama dan yang paling utama teman harus punya opera mini dulu yah, biar sewaktu peng upload’an foto’nya tidak tersendat yang kedua teman harus masuk dulu di http://m.ownskin.com namanya juga membuat thema pakai hp, jadi harus pakai versi m dong iya nggak. Pertama masuk di ownskin seperti ini :
mohon maaf mungkin gambar sedang sibuk untuk di tampilkan
( klik gambar untuk membesarkan, ) Pilih tipe hp kamu dulu, setelah selesai klik lagi seperti gambar yang ini :
mohon maaf mungkin gambar sedang sibuk untuk di tampilkan
setelah itu kamu klik lagi Get a free account now! disitu kamu lakukan pendaftaran menjadi member, setelah daftar selesai, kamu tinggal klik Create Own Thema, nanti kamu di suruh masukan model / tipe hp kamu lagi misalkan Nokia N70, setelah itu kamu harus memasukan / mengupload gambar, lihat ini :
mohon maaf mungkin gambar sedang sibuk untuk di tampilkan
Setelah pengUploadan gambar yang pertama selesai kamu klik lagi send photo,
mohon maaf mungkin gambar sedang sibuk untuk di tampilkan
lakukan pengUploadan gambar yang kedua, langkahnya sama seperti yang pertama, setelah penguploadan gambar yang kedua sudah selesay kamu klik lagi next, setelah itu kamu beri nama thema yang kamu buat
mohon maaf mungkin gambar sedang sibuk untuk di tampilkan
Selesai, coba kamu ulik-ulik aja biar lebih mantap! oke yah semoga bermanfaat

Serba-Serbi Stroke

Posted: 01 Apr 2012 03:45 PM PDT

Serba-Serbi Stroke

Serba-Serbi Stroke

Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah.

Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 – 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Penyebab stroke

Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya.

Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).

Gejala terjadinya serangan stroke

Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita.

Proses penyembuhan

Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi).

Proses penyembuhan kedua adalah fisiotherapy, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.

Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.

0 komentar:

Posting Komentar